Headlines News :
    Bisnis Pintar Bunda
    Tampilkan postingan dengan label Pilkada. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Pilkada. Tampilkan semua postingan

    Pilkada Kab. Bandung: Demokrat & PDIP Siap Beri Kejutan Untuk Dadang Naser

    BANDUNG - Majunya Dadang Naser dan Gun Gun Gunawan dalam Pilkada 2015 melalui jalur Independen, cukup mengejutkan dua partai besar, Partai Demokrat dan PDI Perjuangan. Reaksi dari keduanya, siap membuat kejutan untuk bertarung dengan Dadang Naser sebagai calon petahana yang sejatinya merupakan kader partai Golkar tersebut.
    “Ini yang membuat dinamika politik menjadi berubah. Karena Partai Demokrat sebelumnya sudah menjalin komunikasi yang sangat baik dengan Partai Golkar dan PKS,”ungkap Sekjen DPD Partai Demokrat Jabar, Herlas Juniar kepadas wartawan, di Gedung DPRD Jabar, Kamis (25/06).
    Herlas mengakui, majunya kembali Dadang Naser sebagai calon bupati ini sempat menimbulkan perbedaan di tubuh partai demokrat. Perdebatan itu akhirnya mengerucut pada pengusungan calon lain selain Dadang Naser dengan jalan berkoalisi.
    “Ini menjadi rancu bagi partai Demokrat, sebab dalam perjalanan sebuah partai politik belum pernah mendukung calon yang maju dari jalur independen,”katanya.
    Di sisi lain, lanjut dia, menjadi persoalan tersendiri karena sebuah partai politik tidak ikut mengusung sendiri calonnya ataupun berkoalisi, menjadi tanda tanya bagi masyarakat.
    Namun Herlas belum menyebutkan secara gamblang kejutan apa yang akan disodorkan. Partai berlambang bintang mercy ini menegaskan akan mengusung calon yang bisa mengimbangi popularitas Dadang Naser.
    Sikap yang sama disampaikan PDI Perjuangan. Partai banteng moncong putih ini siap mengejutkan Dadang Naser dalam pertarungan politik serentak bersama tujuh kabupaten-kota lainnya di Jawa Barat pada Desember 2015 tersebut.
    “Karena incumbment (Dadang Naser) sudah menyatakan maju melalui independen, maka PDIP siap membuat kejuatan,”tegas TB Hasanuddin, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, di Bandung, pekan lalu.
    Namun TB pun belum menyebutkan kejuatan apa yang akan dibuat oleh partainya, baik figur yang akan diusung atau formasi koalisi partai untuk pertarungan politik tersebut. Ia hanya menyatakan soal waktu terkait kejutan tersebut.
    “Minggu depan kita siap beri kejutan di Kabupaten Bandung,”tegasnya. [ded/KR]

    Imbangi Dadang Naser, Demokrat Jajaki Koalisi dengan PDIP dan Gerindra

    BANDUNG – Partai Demokrat Jabar tengah menjajaki komunikasi politik dengan PDI Perjuangan dan Gerindra untuk Pilkada di Kabupaten Bandung. Komunikasi yang mengarah pada koalisi ini dilakukan untuk mengimbangi kekuatan calon bupati incumbment Dadang Naser-Gun Gun Gunawan dalam pilkada yang akan digelar pada Desember mendatang tersebut.
    “Saat ini penjajakan koalisi sedang dilakukan dengan berbagai partai seperti PDIP dan Gerindra dan partai lainnya,”ungkap Herlas Juniar, Sekjen DPD Partai Demokrat Jabar, di Gedung DPRD Jabar, Kamis (25/06).
    Namun Herlas belum menyebut nama figur calon yang akan diusung untuk mengimbangi popularitas Dadang Naser yang maju dari jalur independen tersebut. Hingga kini, pihaknya masih melakukan kajian dengan melihat perkembangan dan dinamika politik yang ada. [ded/KR]

    Diterpa Isu Perpecahan, Politisi Demokrat: KDB Masih Solid dan Bersatu

    DEPOK - Koalisi Depok Bersatu (KDB) diterpa isu perpecahan lantaran perbedaan pendapat mengenai calon yang bakal diusung pada Pilkada 9 Desember mendatang. Salah satu partai koalisi menegaskan bahwa KDB tetap solid.
    Politisi Partai Demokrat Kota Depok, Muhamad Taufik, mengatakan bahwa saat ini KDB masih solid dan bersatu dalam tujuan membangun Depok secara bersama. Selain Demokrat, lima partai lain yang bergabung di antaranya PAN, Nasdem, Hanura, PPP, dan PKB.
    Taufik mengakui bahwa saat ini KDB dilirik oleh partai yang belum berkoalisi dengan partai manapun. Namun, KDB masih tetap solid meski diterpa isu perpecahan.
    “Kemungkinan untuk bisa berkoalisi dengan partai lain di luar KDB masih sangat mungkin terjadi. Tapi pastinya hal yang harus dipikirkan saat ini adalah bagaimana KDB harus tetap solid dan nyatanya hingga saat ini memang masih solid,” katanya, Rabu (24/6/15).
    Tim Penjaringan KDB ini menambahkan, ketika terjadi kesepakatan berkoalisi maka hal yang perlu diperhatikan ialah kebesaran hati setiap kader maupun calon masing-masing partai. Mekanisme yang sudah dibentuk melalui survei internal partai maupun bersama harus dijunjung tinggi demi mencapai kemaslahatan partai yang tergabung dalam koalisi.
    “Sehingga dari situ bisa melahirkan satu figur yang diinginkan oleh partai yang tergabung di dalam koalisi,” tegasnya.
    Ketika ditanya perihal figur bakal calon yang akan diikutsertakan pada hasil survei partainya, dia menjawab bahwa saat ini pihaknya tetap berkosentrasi pada tiga figur sebelumnya, yakni Edy Sitorus, Siti Nurjanah, dan Agung Witjaksono. Selebihnya, ketentuan siapa yang bakal maju dalam perhelatan Pilkada Depok 9 Desember mendatang diserahkan kepada tim penjaringan yang dilakukan secara bersama dengan partai yang tergabung di dalam KDB.
    “Dari Demokrat sendiri melakukan penggodokan kepada tiga kandidat, itupun dari DPD dan tidak ada calon dari DPP. Selebihnya akan dievaluasi melalui tim penjaringan dari koalisi,” simpul dia. [ded/depoknews]

    Waspadai Eksodus Pemilih, Pengawasan dari Semua Elemen Harus Berjalan Baik

    DEPOK - Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Depok, Siti Nurjanah, meminta kepada para penyelenggara pemilu untuk lebih optimal dalam menjalankan kinerjanya. Terutama dalam hal mempersiapkan segala tahapan pemilihan walikota dan wakil walikota Depok 2015. Seperti tahapan pemutakhiran data pemilih.
    “Data pemilih yang dimiliki harus valid dan terbaru. Jangan ada data penduduk yang sudah meninggal, tapi masih masuk dalam data pemilih. Begitu pun dengan warga yang sudah pindah rumah,” kata Siti Nurjanah, di gedung DPRD kawasan Kota Kembang, Selasa (23/6).
    Ia mengatakan, bila KPU tidak teliti dalam melakukan pemutakhiran data, maka data pemilih yang sudah meninggal, maupun pindah domisili, rawan dipakai untuk memberikan suara oleh oknum yang tidak bertanggung jawab sewaktu proses pemungutan suara pada 9 Desember.
    “Data orang meninggal kalau masih ada di daftar pemilih tetap (DPT) pilkada bisa saja dipakai orang lain untuk memberikan suara. Bahkan orang tersebut bisa dua kali memilih atau dipakai oleh orang dari luar Depok,” katanya.
    Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, jajaran KPU di tingkat kelurahan sampai kecamatan harus dapat mencegah adanya eksodus pemilih, khususnya di daerah perbatasan Kota Depok.
    “Untuk pemutakhiran data, saya dengar sudah ada sistem informasi data pemilih (sidalih) untuk mencoret warga yang sudah tidak bisa memilih. Karena itu, dibutuhkan orang-orang yang teliti dan mahir komputer dan internet untuk mengoperasikan itu. Dan ini bukan perkara yang mudah,” katanya.
    Siti Nurjanah yang masuk bursa bakal calon (balon) walikota dari Partai Demokrat ini pun meminta para penyelenggara pemilu, KPU dan Panwaslu rutin berkoordinasi dengan kepolisian, dan masyarakat.
    Karena ini untuk keamanan dan kondusifnya penyelenggaraan pilkada, dari semua tahapan sampai pelantikan walikota baru.
    “Pengawasan dari semua elemen, termasuk dewan, LSM dan wartawan, serta masyarakat harus berjalan baik,” kata Siti Nurjanah. [ded/pojoksatu]

    Marwan-Adjo Diperhitungkan Demokrat di Pilkada Kab. Sukabumi

    SUKABUMI – Nama Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi, Marwan Hamami dan Sekda Kabupaten Sukabumi, Adjo Sardjono semakin menguat di Partai Demokrat (PD). Bahkan dua nama tersebut digadang-gadang bakal bersanding dalam pilkada yang direncanakan diselenggarakan 9 Desember 2015 mendatang.

    Namun, keduanya hingga kini, masih ‘memperebutkan’ restu dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) PD. Terlebih, setelah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menentukan Ketua DPD PKS Kabupaten Sukabumi, Totong Suparman yang direstui maju dalam pilkada berikut Bupati Sukabumi, Sukmawijaya yang akan menjadi tim pemenangannya.

    Sedangkan Ketua DPD PD, Marwan Hamami masih belum mendapatkan kejelasan dari internal partai, kendati sudah dinyatakan islah. Namun antara kubu Aburizal Bakri dan Agung Laksono mau tidak mau membawa dampak dalam pengusulan calon kepala daerah.

    Kini, dua nama tersebut sedang digodok DPD PD Jawa Barat. Hal ini diungkapkan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PD Jawa Barat, Iwan Sulanjana kepada Radar Sukabumi, kemarin (19/6).

    “Dua nama tersebut memang telah diusulkan pengurus DPC. Sampai saat ini kita belum menentukan siapa yang akan diusulkan ke DPP, karena kita juga akan melihat hasil survei,” kata Iwan.

    Mantan Pangdam III Siliwangi ini juga tidak mau sesumbar soal siapa yang bakal diusulkan, lantaran Demokrat juga harus melihat restu dari partai koalisi. “Kita akan mengutamakan yang didukung partai koalisi. Kalau didukung oleh partai koalisi boleh-boleh saja,” tuturnya.

    Hal senada juga dikatakan Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) PD, Syarif Hasan. Hingga kini, pihaknya juga masih menunggu usulan dari DPD Jabar. Namun, untuk menentukan siapa yang bakal mendapatkan SK dari DPP PD, hal ini tentu merupakan hak preogratif DPP.

    “Tetapi kita juga tetap akan meminta saran dari DPC dan DPD. Karena sebagai pengurus di tingkat kabupaten dan provinsi juga punya hak bicara dalam menyampaikan saran,” katanya.

    Untuk menetapkan siapa yang akan diusung PD, ia juga tidak mau gegabah, makanya hasil survei juga akan menjadi salah satu acuan untuk menentukan keputusan DPP dalam memberikan SK tersebut.

    “Sebenarnya ada banyak nama yang disurvei, untuk saat ini, DPD memang sedang menggodok dua nama yang menjadi trendsetter. Semuanya masih ada kemungkinan untuk mendapatkan SK dari DPP PD,” imbuhnya. [ded/radarsukabumi

    Kolaisi dengan Golkar Tak Pasti, Demokrat Cari Celah Jelang Pilkada Kab Bandung

    BANDUNG - Koalisi Partai Demokrat dan Golkar pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak di Kabupaten Bandung, Desember mendatang, masih tanda tanya. Koalisi dengan partai Golkar belum sepenuhnya dipegang teguh.

    Adanya wacana calon dari koalisi Demokrat-Golkar yaitu petahana Dadang Naser yang memilih keluar lewat jalur perseorangan, menjadi bahasan serius.

    Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Jawa Barat Iwan Sulandjana, saat ini masih memperhitungkan celah dengan Partai lain yang masih membuka pintu koalisi.

    “Sekarang lagi menjajaki, pembahasan masih berjalan,” ujar Iwan Sulandjana, Jumat (12/6/2015).

    Hajatan demokrasi di Kabupaten Bandung pun mulai diterpa isu panas dalam dinamika pertarungan menuju Soreang 1. Dadang Naser pun disebut-sebut akan dilawan 7 partai yang berkoalisi. Dan partai berlambang bintang Mercy itu pun turut dikabarkan akan segera bergabung.

    “Hal tersebut, msih tetap kita dipelajari dulu,” imbuhnya.

    Menurut Iwan, konstalasi politik jelang Pilkada Kabupaten Bandung masih hambar. Meski demkkian, celah di pintu kanan dan kiri pun masih terbuka dan tetap diperhatikan. Dengan demikian, posisi Partai Demokrat berada di posisi aman.

    “Plan A, Plan B, harus tetap ada,” tukasnya. [ded/fokusjabar]

    Erwan Ikuti Uji Verifikasi Balon Wabup untuk Dampingi Dadang Naser


    BANDUNG Ketua Fraksi Partai Demokrat Kota Bandung Erwan Setiawan yang juga balon kandidat Wakil Bupati Kabupten Bandung mengatakan, penilian objektif menjadi acuan penentu diuji kelayakan Partai Golkar untuk mencari siapa yang layak mendampingi Dadang Naser pada pilkada Kabupaten Bandung 9 Desember nanti. "Uji kelayakan ini bukan melihat uji kemampun dari calon saja. Akan tetapi tujuan dari mencalonkan sebagai bupati yang nantinya akan seperti apa," ujar Erwan ditemui Radar Bandung di Hotel Sutanraja, Kamis (11/6). 

    Dia menyebutkan, salah satu materi dari uji kelayakan salah satunya soal visi dan misi ke depanya, juga bagaimana cara bermitra apabila terpilih. "Tapi tim uji verivikasi justru pertayaan lebih banyak ke hal pribadi," sebutnya. 

    Dia menegaskan, uji verifikasi hal wajar dilakukan, dan penilaian objektivitas menjadi bahan acuan ke depannya. "Soal hasilnya saya tidak tahu kapan diumumkannya, kita tunggu saja," sebut Erwan. 

    Siapa pun nantinya yang akan berpasangan dengan DN, kata Erwan, harus disesuaikan dengan hasil wawancara tadi. "Jangan sampai apa yang sudah saya persentasi tadi di depan tim verifikasi, tapi pada kenyataan berbeda, ya berarti masalah tadi arahnya hanya kecocokan saja," tandasnya. Sementara itu, dari 14 bakal calon (balon) hanya 11 balon yang mengikuti uji kepatutan calon pendamping Dadang Naser (DN) bakal calon dari Partai Golkar yang dilaksanakan di Hotel Sutanraja, kamis (11/6). [ded/radarbandung]

    Saan Mustopa Incar Tiga Partai Jelang Pilkada Karawang

    KARAWANG - Anggota DPR dari Partai Demokrat Saan Mustopa mengincar dukungan tiga partai besar dalam pilkada Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Desember 2015. 

    Menurut dia, saat dihubungi di Karawang, Selasa, ketiga partai tersebut ialah Partai Gerindra, Partai Golkar, dan Partai Demokrat.

    Saat ini, lanjutnya, dirinya masih melakukan komunikasi politik dengan ketiga partai tersebut.

    "Saya siap maju pada pilkada Karawang, dan sudah lolos seleksi bakal calon bupati di Partai Gerindra," katanya. 

    Saan tidak merasa menyaingi kandidat lain dari partainya sendiri, yang akan mengusung petahana Cellica Nurrachadiana. 

    "Tidak ada yang merasa disaingi dan tersaingi dalam internal Partai Demokrat. Saya juga berkomunikasi baik dengan Cellica," kata dia. 

    Ia menyatakan, hingga saat ini rekomendasi dari DPP Partai Demokrat terkait dengan rekomendasi bakal calon bupati Karawang belum keluar. 

    "Saya percaya kader Partai Demokrat sudah dewasa dalam berpolitik. Kader tentunya harus memilih calon yang telah mendapatkan rekomendasi dari pusat," katanya. 

    Ditanya tentang pendaftaran di Partai Gerindra, Saan mengaku telah lolos penjaringan atau seleksi di Partai Gerindra.

    Ia mengaku mendaftar ke Gerindra karena ditawari oleh pengurus Partai Gerindra untuk diusung pada pilkada Karawang.

    Dalam pilkada nanti, dibutuhkan lebih dari satu kendaraan politik, karena syarat minimal calon dari partai politik adalah memiliki 20 persen atau 10 kursi legislatif daerah. 

    Atas hal itu, kata dia, langkah mendaftar ke Partai Gerindra juga menjadi salah satu cara untuk memenuhi syarat bagi calon yang diusung Partai Demokrat. [ded/antaranews]

    Pilkada Kab Bandung, Demokrat Tak Koalisi dengan PDIP


    BANDUNG - Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Bandung, Endang membantah telah melakukan kesepakatan politik dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk sama-sama berkoalisi mengusung calon bupati bersama partai-partai lainnya.

    "Itu tidak benar, karena sampai saat ini kami menjaga komitmen yang telah dituangkan dalam MoU dengan Partai Golkar untuk mengusung Dadang Naser," kata Endang.

    Endang melanjutkan, sampai saat ini, pihaknya belum pernah membicarakan kesepakatan dengan PDIP serta partai lainnya. Begitu juga di tingkat DPD dan DPP Partai Demokrat, ia berkeyakinan sama dengan dirinya.

    "Sampai saat ini kami belum pernah membicarakan hal tersebut. Dan saya yakin di tingkat DPD dan DPP Demokrat pun sama dengan saya, karena baru kemarin saya rapat bersama DPD, tidak ada pembicaraan atau bahkan kesepakatan ke sana," ujarnya.

    Menurut Endang, komitmen untuk tetap berkoalisi dengan Golkar mengusung Dadang Naser ini dijaga. Tapi sampai saat ini belum ada kepastian, apakah yang bersangkutan akan mencalonkan diri dari perseorangan.

    "Itu hanya wacana, karena yang bersangkutan belum melakukan pendaftaran. Apalagi pendaftaran dari partai kan dimulainya pada 26 Juli, jadi bisa saja terjadi perubahan," ujarnya.

    Bahkan, lanjut dia, DPC Partai Demokrat Kabupaten Bandung berkeyakinan jika partai sebesar Golkar, tidak mungkin tidak menempatkan calon bupatinya. 

    Apalagi, partai berlambang pohon beringin ini cukup berpengalaman. Sehingga, kata dia, pastinya para elit partai Golkar pun tidak mungkin mengabaikan hal itu.

    "Golkar itu partai besar dan di dalamnya banyak orang-orang cerdas. Tidak mungkin elit partai ini akan melepaskan pilkada yang sangat penting ini," katanya.

    Namun, kata Endang, seandainya Dadang Naser benar-benar maju melalui jalur independen pun, pihaknya tidak akan mempersalahkan. Serta tetap memberikan dukungan. Meskipun dukungan tersebut, tentunya dilakukan secara informal.

    "Kecuali jika pihak Dadang Naser tidak lagi berkomitmen dengan MoU yang telah kita sepakati. Bisa saja kami juga mencabut dukungan kepada beliau," ujarnya. [ded/inilahkoran]

    Demokrat Tetap Konsisten Meski Banyak Calon Pendamping Cellica

    KARAWANG – Munculnya nama-nama yang mengklaim berdampingan dengan Ketua DPC Partai Demokrat Karawang, dr. Cellica Nurachadiana dalam Pilbup Karawang mendatang, ditanggapi ringan oleh Sekretaris DPC Partai Demokrat Karawang, Nana Kustara. Menurut dia, meski nama-nama itu kini muncul, namun tidak akan merubah koalisi yang sudah dibangun dengan PPP, PAN dan PKS.

    Dikatakan Nana, ada nama-nama yang muncul dan mengklaim akan mendampingi Cellica, seperti Dedi Sudrajat yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Bambang Maryono (BM) dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan terakhir muncul nama H. Eddy Yusuf selaku Kepala Kantor Kementrian Agama Karawang yang diusung Partai PPP.

    Dia mengatakan, ‘perebutan’ posisi sebagai wakil bupati tersebut tidak akan memecahkan koalisi antara Partai Demokrat dengan Partai PPP, PAN atau PKS.

    “Kita membuka pintu lebar bagi semua kader partai koalisi. Kalau ada yang mengklaim telah resmi berdampingan dengan Cellica pada pilkada nanti, itu sah-sah saja. Itu adalah hak politik mereka,” katanya.
    Nana membenarkan kalau banyak nama-nama yang ingin berdampingan dengan Cellica pada pilkada tahun ini. Namun, sampai saat ini belum ada keputusan siapa yang akan mendampingi Cellica untuk bertarung pada pesta demokrasi tahun ini. “Kalau siapa yang akan mendampingi, belum diputuskan. Yang jelas harus melalui musyawarah dengan partai koalisi,” ungkapnya.

    Nana menjelaskan, dalam prinsip menentukan siapa calon wakil dari Cellica nanti, harus ada komitmen bersama antara Partai Demokrat dengan koalisi partai. “Yang jelas ini tidak akan memecahkan koalisi antara Demokrat dengan PPP. PKS dan PAN, karena nanti siapa yang akan mendampingi tentunya berdasarkan keputusan bersama,” tukasnya.

    Seperti diketahui, hampir di beberapa sudut kota Karawang, sudah mulai bermunculan nama-nama yang mengklaim berdampingan dengan Cellica Nurachadiana. Bahkan, kubu dari Dedi Sudrajat sudah memiliki jargon kampanye dengan Cellica dengan sebutan ‘Cerdas’. Hampir serupa dengan Dedi Sudrajat, kubu dari PAN juga tidak mau kalah dengan sebutan koalisi sajiwa dengan memunculkan foto Bambang Maryono bersanding dengan Cellica. [ded/kp]

    Pilkada Serentak, 8 Daerah Jabar Pilih Pemimpin


    Tanggal 9 Desember 2015, Pilkada serentak akan dilakukan di Indonesia, tidak terkecuali di Jawa Barat. Delapan kabupaten dan kota di Jawa Barat yang akan ikut Pilkada serentak pada tahun 2015 yaitu: Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Bandung, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Karawang dan Kota Depok.
    Pemimpin seperti apa yang harus kita pilih? Karena ini Pilkada ada di Jawa Barat, maka ada beberapa kriteria yang sebaiknya menjadi pertimbangan kita dalam memilih pemimpin, yaitu:
    1.      Nyantri
    Pemimpin yang kita pilih harus lah yang mengerti dan paham mengenai agama. Karena dengan paham dan mengerti tentang agama maka ke depannya pemimpin kita akan menjauhi hal-hal yang tidak baik. Apalagi saat ini ruang untuk berbuat baik selalu disediakan oleh pemimpin, sehingga pemimpin yang dekat dengan agama setidaknya akan mampu memfilter hal-hal yang tidak baik.
    2.      Nyakola
    Pemimpin yang kita pilih harus lah yang peduli dengan pendidikan. Tidak harus berpendidikan tinggi, tapi peduli terhadap dunia pendidikan. Dengan pemimpin yang memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan diharapkan infrastruktur pendidikan di delapan kabupaten/kota akan menjadi lebih baik. Karena menciptakan anak bangsa yang memiliki keinginan belajar yang baik harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.
    3.      Nyunda
    Pemimpin yang harus kita pilih adalah yang paham dengan budaya kita, yaitu budaya sunda. Termasuk paham dengan kebiasaan dan karakter orang sunda. Karena pemimpin yang lebih paham dengan karakter dan budaya yang dipimpinnya maka program-program pemerintahan akan lebih mudah untuk diterima oleh masyarakatnya. Sehingga program-program yang diberikan kepada masyarakat akan berjalan sesuai dengan waktu dan sesuai dengan kebutuhan di masyarakat.
    4.      Nyaah
    Pemimpin harus memiliki rasa sayang terhadap lingkungannya, khususnya kepada masyarakat yang dipimpinnya. Sehingga dengan rasa sayang tersebut, pemimipin memiliki rasa tanggungjawab untuk selalu membahagiakan masyarakat yang dipimpinnya.
    5.      Nyawer
    Pemimpin haruslah orang yang memiliki finansial cukup. Jangan sampai pemimpin memiliki hutang ke berbagai pihak, sehingga diperlukan timbal balik (hutang budi) untuk membayarnya pada saat memimpin. Hutang pemimpin bukanlah masalah finansial, tapi hutang pemimpin adalah janjinya yang harus ditepati pada saat kampanye. Sehingga pemimpin yang memiliki finansial yang cukup, sudah tidak lagi memikirkan masalah finansial, tapi lebih berpikir bagaimana cara memajukan daerahnya dan mensejahterakan daerahnya.
    Point-point diatas, sebaiknya menjadi perhatian kepada masayarakat Jawa Barat dalam menentukan pemimpinnya pada Pilkada 2015. Karena ini akan memberikan dampak bagi pembangunan daerah anda selama lima tahun ke depan. Cermat dan tepat dalam memilih adalah hal terpinting dalam bilik suara nanti.
    Pemimpin yang bisa bersama dengan rakyat dan mau berkorban bersama rakyat adalah pemimpin yang harus kita pilih. Selamat memilih pada Pilkada 2015. [ded]


    Saan Mustopa: Saya Siap Maju di Pilkada Karawang

    KARAWANG - Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Saan Mustopa akhirnya angkat bicara, dia menyatakan maju sebagai calon bupati di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Karawang tahun ini. Sementara, Saan sudah meminta dukungan Partai Gerindra untuk memenuhi syarat pencalonan bupati yang harus memiliki 10 kursi legislatif.

    "Saya siap maju di Pilkada Karawang," ucapnya, kepada para wartawan, Sabtu (6/6/2015) malam di Resto Sindang Reret, Jalan Interchange, Karawang Barat.

    Pria asli orang Karawang dari Kecamatan Tirtajaya ini memastikan, lolosnya dia di Partai Gerindra tidak akan memecah suara Partai Demokrat Karawang yang secara terang-terangan mengusung calon bupati incumbent Cellica Nurrachadiana.

    "Tidak ada yang merasa disaingi dalam internal Partai Demokrat. Saya juga berkomunikasi baik dengan Cellica, terakhir ketemu ketika lounching Pilkada, biasa saja kan tidak ada persaingan," ujarnya.

    Pernyataan Saan ini secara tidak langsung mementahkan opini yang menilainya maju ke Pilkada akan ada persaingan di internal Partai Demokrat. Kata Saan, hingga saat ini rekomendasi dari DPP Partai Demokrat belum keluar. Namun, Saan memberikan pesan kepada para kader Partai Demokrat untuk satu suara jika rekomendasi itu sudah keluar.

    "Saya percaya kader Partai Demokrat sudah dewasa dalam berpolitik, kader tentunya hanya memilih calon yang telah mendapatkan rekomendasi dari pusat," paparnya.

    Dia menjelaskan perihal nama yang lolos penjaringan di Partai Gerindra, dia mengaku pendaftaran ini ditawari oleh Partai Gerindra untuk diusung di Pilkada nanti. Dia juga mengatakan, dalam Pilkada tahun ini dibutuhkan lebih dari satu kendaraan politik, karena syarat minimal calon dari partai politik adalah memiliki 20 persen atau 10 kursi legislatif daerah.

    Sehingga, langkah dia di Partai Gerindra juga menjadi salah satu cara untuk memenuhi syarat bagi calon yang diusung Partai Demokrat.

    "Minimal partai harus memiliki 20 persen kursi di legislatif untuk mencalonkan kadernya, kalau tidak terpenuhi maka harus ada koalisi antar partai," ucapnya.

    Salah satu tokoh Indonesia dari partai berlambang bintang mercy ini mengatakan, alasan dia mencalonkan diri menjadi Bupati Karawang, karena ingin memberikan manfaat bagi masyarakat Karawang.

    "Selama keberadaan saya memberikan manfaat dan masyarakat merasa nyaman dengan kehadiran saya, kenapa enggak?" ujarnya.

    Dikatakan Saan, dia lahir dan besar di Karawang, dia memiliki rasa cinta terhadap Karawang. Rasa cinta itu menjadikan dia memiliki hasrat untuk membangun Karawang dan melakukan perubahan.

    "Saya memiliki cita-cita untuk menjadikan Karawang lebih baik lagi dari segala bidang, pendidikan, kesehatan dan pembangunan," ungkapnya. [ded/karawangnews]

    Pilkada Depok, Koalisi Poros Tengah Makin Kuat

    DEPOK - Geliat konstelasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok makin memanas. Koalisi Poros Tengah yang digagas DPD Partai Amanat Nasional (PAN) dan DPC Demokrat Kota Depok mendapat suntikan kekuatan.
    Empat partai yang memiliki kursi di DPRD yakni PPP, Hanura, NasDem, serta PKB resmi masuk gerbong Koalisi Poros Tengah. Mereka menamai koalisinya dengan Koalisi Depok Bersatu.
    Ketua DPD PAN Kota Depok, Hasbullah Rahmad mengatakan koalisi yang dibangunnya ini adalah sebuah realitas politik yang harus dihadapi. Has-sapaannya- tak menampik bahwa ada dua kutub (poros) partai yang punya kekuatan besar di pilkada.
    “Sementara apa yang kami lakukan sekarang adalah sebuah kutub yang dibangun atas asas kebersamaan. Serta semangat membangun Kota Depok,” ujar dia saat menyampaikan orasi politik di acara Deklarasi Partai Politik bertajuk “Koalisi Depok Bersatu” di Hotel Bumi Wiyata, Selasa (2/6).
    Has menambahkan bahwa pihaknya belum mau membicarakan ihwal figur yang diusung.
    “Kami akan bentuk tim di internal koalisi kalau untuk calon walikota. Sekarang fokus kami adalah memperkuat barisan koalisi. Bukan mengedepankan calon,” jelas dia.
    Hadir dalam acara deklarasi kemarin, Ketua DPC Hanura, Syamsul Marasabesi, Ketua DPD NasDem, Sofiah, Ketua DPC PKB, Slamet Riyadi, Ketua DPD PPP Kubu Romahurmuziy, Nur Syaban serta Sekretaris DPC PPP, Rudi Faulana.
    Dikesempatan itu, Has juga mengklarifikasi soal isu dirinya mundur dari pecalonan lantaran tak direstui sang mertua, Yahman.
    “Saya bawa mertua saya hari ini (kemarin) sebagai bukti dukungan beliau. Saya tidak ingin isu-isu tak produktif kemarin mengganggu (pencalonan),” beber dia.
    Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Depok, Agung Witjaksono menegaskan bahwa terkait siapa yang bakal diusung nanti, koalisi akan melakukan survei kepada para figur. Menurut Agung, ini dilakukan untuk mengukur jauh mana elektabilitas dan popularitas si calon.
    “Hasil survei ini menjadi salah satu elemen dalam penilaian. Tentu ada banyak aspek lain. Dalam waktu dekat kami akan kaji dengan tim yang dibentuk di internal koalisi,” beber dia.
    PKB Tak Tanda Tangan, Slamet : Yang Penting Sudah Ada Lampu Hijau
    Yang menarik dalam ada deklrasi kemarin adalah tidak ikutnya PKB dalam penandatanganan kesepakatan koalisi. Kepada Radar Depok, Ketua DPC PKB Kota Depok, Slamet Riyadi mengatakan secara de facto, pihaknya ikut bergabung dengan koalisi. Ia menampik bahwa partainya menolak bergabung dengan dengan koalisi gagasan PAN-DEmokrat ini.
    “Buktinya saya datang kesini. Dari (PC) NU pun mempersilahkan, artinya sudah ada lampu hijau. Intinya kami mendukung. Saya juga tadi sudah paraf kok, walau belum tanda tangan,” jelas dia.
    Soal dukungan resmi PKB, Slamet tinggal merampungkan beberapa bahasan dengan PCNU. Ia optimis bahwa dalam waktu dekat partainya akan resmi berlabuh di koalisi ini.
    “Insya Allah. Saya datang kesini sinyal (bergabung) kan?. Tinggal de jure nya saja. Kami harus berbicara lebih lanjut agar restu dari NU semakin kuat. Saya juga mengapresiasi koalisi yang dibentuk sekarang. Luar biasa kekomapakannya,” tutup dia. [ded/pojoksatu]

    Demokrat-PAN Sepakat Koalisi Bentuk Poros Tengah

    DEPOK - Arah koalisi partai di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mulai tampak. Komunikasi antaran elit partai partai dua bulan jelang pendaftaran Bakal Calon Walikota Depok membuahkan hasil.

    Partai Amanat Nasional (PAN) dan Demokrat telah sepakat berkoalisi. Mereka bakal bahu-membahu merebut kursi D1 (Walikota) melalui pembentukan poros tengah.

    Ketua DPC Partai Demokrat Depok, Agung Witjaksono mengakui hal tersebut. Menurut Agung, baik partainya maupun PAN sama-sama tak bisa mengusung sendiri di Pilkada Desember mendatang. “Ya benar (membentuk poros tengah).

    Oleh karena kami akhirnya memilih berkoalisi. Komunikasi dengan PAN sudah cukup intensif dan mendekati finalisasi,” jelas Agung kepada Radar Depok, Minggu (31/5) Agung menjelaskan, pembentukan poros tengah ini didasarkan pada adanya kesamaan visi dan misi, serta keyakinan punya peran penting di Pilkada.

    Dengan kata lain, partai tidak hanya menjadi penggembira.“Karena ketika partai-partai bersatu, kami yakin kekuatan kami besar. Itu kenapa kami gagas (poros tengah),” tambah dia. Ditanya ihwal partai lain yang akan bergabung selain PAN, Agung memastikan hal tersebut. Ia menegaskan bakal ada tiga partai yang berkomitmen berkoalisi. “(Partainya) Belum bisa dipublikasian.

    Yang jelas komunikasinya sudah sangat intensif,” tambah dia. Senada, Ketua DPD PAN Kota Depok, Hasbullah Rahmad menegaskan bahwa jalinan koalisi poros tengahnya bersama Demokrat, belum sampai kepada tataran figur.

    Melainkan menyatukan visi-misi untuk sama-sama bertarung di Pilkada. “Masih terlalu dini (membicaran figur). Sekarang kamis sedang mencari perahu untuk ke Pilkada nanti, karena beberapa partai seperti kami tidak bisa maju sendiri.

    Itulah mengapa pentingnya dibentuk koalisi,” ungkap dia kepada Radar Depok, Minggu (31/5). Has-sapaannya- mengatakan, menyamakan komitmen menjadi hal yang penting dalam koalisi ini. Ia menegaskan, dibutuhkan komitmen yang utuh di antara para partai.

    Maksudnya, bagaimana memiliki satu tujuan bersama dengan mengesampingkan ego masing-masing. “Kalau sendiri-sendiri lagi, kalah lagi kita. Maka itu, harus dibangun (komitmen) sejak awal,” tambah Politikus yang juga Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat ini. [ded/pojoksatu]

    Koalisi Tujuh Parpol di Pilbup Indramayu 2015 Terbentuk, Golkar Dikeroyok

    INDRAMAYU - Deklarasi koalisi tujuh partai yakni Demokrat, PDIP, PKB, Gerindra, PKS, NasDem, dan Hanura sepakat membentuk koalisi untuk Pilbup Indramayu 2015 yang akan digelar 9 Desember 2015 mendatang. Kesepakatan itu baru di tingkatan kabupaten, dan akan ditindaklanjuti di tingkat pengurus pusat.

    Ketua tim perumus koalisi tujuh Parpol, Muhamad Sholihin menegaskan, kesepakatan itu sebagai bentuk komitmen tujuh partai dalam memperjuangkan adanya perubahan di Indramayu ke depan.

    "Pada prinsipnya sudah sepakat, tapi masih ada hal prosedural di tingkat DPP masing-masing yang belum ditempuh," ujar Sholihin saat jumpa pers di Hotel Handayani Indramayu, Sabtu (30/5/15).

    Ketua Fraksi PKB DPRD Indramayu ini menjelaskan, koalisi tersebut berdasarkan pada misi untuk menciptakan perubahan di Indramayu ke depan, oleh karenanya langkah selanjutnya akan menempuh proses dalam menentukan pasangan figur yang akan dicalonkan untuk melawan calon dari incumbent.

    "Kita belum menentukan siapa calonnya, itu nanti proses selanjutnya di tingkatan koalisi," jelasnya.
    Hal senada diungkapkan oleh pihak PDI Perjuangan, Sahali, menurutnya koalisi ini diharapkan akan tetap solid hingga pelaksanaan.

    "Prinsipnya kita semua sepakat untuk membangun koalisi bersama, tapi kita juga menghargai partai punya mekanisme masing-masing," katanya.

    Sedangkan menurut Ketua Bapilu PKS, Agung Mardianto mengatakan, dalam hal penentuan calon ketujuh partai khususnya di tingkatan kabupaten sudah sepakat akan mengusung satu pasangan calon.
    "Di tingkat tim perumus di kabupaten sudah sepakat. Soal calon nanti masing-masing partai mengajukan nama untuk dipilih siapa yang pas menjadi calon," jelasnya. [ded/cuplik]

    Pangandaran Butuh Pemimpin Tegas dan Visioner

    PANGANDARAN –Masyarakat Kabupaten Pangandaran memiliki tanggungjawab untuk mensukseskan Pilkada Kabupaten Pangandaran, 9 Desember 2015 mendatang.
    Hal tersebut disampaikan Aan Anwar Sihabudin SH SIP MSi, Dekan Fisip Universitas Galuh Ciamis kepada Radar belum lama ini. “Pilkada Pangandaran merupakan tonggak sejarah memilih pemimpin di daerah otonom baru,” ungkapnya.
    Menurut Aan, masyarakat Kabupaten Pangandaran yang tidak menyampaikan hak suaranya bisa dianggap sebagai pengkhianat.
    Dikatakannya, perjuangan menuju pemekaran DOB Kabupaten Pangandaran sangat panjang dan berliku. “Sekarang masyarakat Kabupaten Pangandaran tinggal menentukan pemimpinnya saja di bilik suara. Hanya membutuhkan tiga menit untuk menentukan pemimpin lima tahun mendatang,” tuturnya.
    Lanjut Aan, Kabupaten Pangandaran membutuhkan pemimpin yang tegas, visioner dan bisa merealisasikan program di lapangan. “Kalau hanya retorika jangan dipilih, saya juga berpesan sebaiknya calon pemimpin yang tidak mampu jangan memaksakan mencalonkan diri,” sambungnya.
    Aan menambahkan Pilkada merupakan proses demokrasi untuk menentukan pemimpin daerah sehingga masyarakat memiliki kewajiban untuk mensukseskannya.
    Dia berharap Kabupaten Pangandaran mampu melewati proses pengkajian selama 5 tahun ke depan.
    “Selama lima tahun ini akan dikaji apakah harus kembali ke kabupaten induk atau dilanjutkan, makanya semua elemen harus bersinergi supaya Kabupaten Pangandaran maju dan berkembang,” tuturnya.
    Aan juga berharap potensi yang dimiliki Kabupaten Pangandaran bisa dimanfaatkan secara optimal.  “Saya yakin Kabupaten Pangandaran bisa maju dan berkembang, apalagi potensinya sangat besar, tinggal pelaku dan pelaksana pemerintahan yang akan menjalankannya seperti apa,” pungkasnya. [ded/radartasikmalaya]

    PKS Resmi Dukung Cellica di Pilkada Karawang


    KARAWANG - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi mendukung Plt. Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana untuk kembali mencalonkan bupati Karawang di Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Karawang tahun 2015 ini. MoU penandatanganan dukungan ini dilakukan di Kantor DPW PKS Provinsi Jawa Barat di Bandung, Selasa (26/5/2015) sore.

    MoU ditandatangani Ketua DPW PKS Provinsi Jawa Barat, H. Tate Komarudin, Lc dan Cellica Nurrachadiana, disaksikan pengurus DPD PKS Kabupaten Karawang. Sementara, di internal DPD PKS Karawang, kader yang juga diusung mencalonkan di Pilkada yaitu H. Dedi Sudrajat, dia dipastikan bakal menjadi pendamping Cellica sebagai calon wakil bupati.

    Ketua Tim Pemenangan PKS, Nanda Suhanda mengatakan, MoU ini hasil ijtihad politik PKS, semuanya ditempuh melalui hasil Syuro, bukan keputusan pribadi masing-masing anggota.

    “Ketika itu sudah diputuskan,  maka seluruh kader PKS Karawang akan bergerak masiv sampai ke pelosok-pelosok desa, kami akan ‘all out’,” ucapnya.

    Keputusan mendukung Cellica ini merupakan proses panjang ini bagi PKS, sebab partai ini tidak gegabah dan berhati-hati menentukan pilihannya. Koalisi dengan Cellica ada pilihan hasil kajian cermat para kader daerah. Dukungan ini merupakan untuk kedua kalinya bagi Cellica, setelah dia didukung PKS sejak Pilkada Karawang tahun 2010 lalu dengan mengusung Ade Swara - Cellica.

    “Sekarang kita lanjutkan koalisi itu dengan mengusung Cellica maju sebagai calon bupati Karawang, kami juga mengusulkan Dedi Sudrajat, putra Karawang asli menjadi calon wakil pendamping Cellica,” ucapnya.

    Dalam kesempatan itu Cellica menyampaikan, hubungannya dengan PKS sudah sangat dekat, bahkan sudah dianggap satu keluarga, hubungan ini sudah terjalin sejak tahun 2010 yang lalu sampai sekarang.

    “Saya berharap ini berlanjut sampai lima tahun kedepan.  Sudah banyak kesamaan visi-misi saya dengan PKS, juga banyak pembimbing-pembimbing saya di PKS ini, Ust. Tate,” ujarnya. (ded/karawangnews)

    Ruswa Dijagokan Ketua Fraksi Demokrat Maju Pilkada Indramayu

    INDRAMAYU - Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Indramayu, Sandi Jaya Fasha, secara tegas menjagokan kader dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ruswa M.Pd.I, untuk maju menjadi bakal calon bupati Indramayu pada Pilkada 2015 ini.

    Partai Demokrat yang sebelumnya telah sepakat dan masuk, dalam koalisi bersama dengan PKS dan Partai Gerindra itu, bisa mengusulkan paket calon bupati dan wakil bupati Indramayu. Pasalnya jumlah kursi legislatif gabungan ketiga parpol itu, berjumlah sebanyak 12 kursi, masing-masing Demokrat 3 kursi, PKS 4 kursi dan Gerindra 5 kursi.
    “Saya menjagokan ustad Ruswa untuk maju calon bupati,” ungkap Fasha, pada Senin (25/5/2015).

    Terkait hal itu, diungkapkan Fasha, bahwa kedekatan emosional  dengan Ruswa yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Indramayu ini, telah menumbuhkan kesefahaman bersama. Artinya, bahwa PKS dan Demokrat bersatu. Diharapkan juga, bisa menjadi kekuatan politik baru yang sama dengan jumlah kursinya dengan F-PDIP dan F-PKB.

    “Ini artinya, kami jangan dipandang sebelah mata. Karena, kami ini merupakan salah satu kekuatan politik, dengan  penguatan komitmen bersama, agar dapat maju untuk bersaing pada Pilkada Indramayu nanti. Apalagi, ditambah dengan Partai Gerindra,” ungkap Fasha.

    Selain itu, Fasha juga menegaskan, figur Ruswa dari PKS tersebut, diyakini, akan menjadi motivasi bagi semuanya. Terutama untuk menyatukan persepsi yang sama, untuk bisa bekerja lebih maksimal, serta memperkuat komitmen untuk maju sebagai bakal calon bupati nanti.

    “Ini kepercayaan kami. Dan saya yakin, kepercayaan ini akan dijaga dengan baik oleh Ustad Ruswa,” paparnya.

    Sementara itu, PKS Indramayu terus melakukan sosialisasi, untuk Ruswa. PKS terus melakukan sosialisasi, seperti, pemasangan seperti melalui baliho, silaturahmi dengan berbagai komunitas dan kelompok masyarakat serta lainnya.

    Terkait hal itu, Ruswa, mengungkapkan, pihaknya berterimakasih atas dukungan dari rekannya di DPRD Indramayu yang juga sesama ketua fraksi. Soal dengan parpol mana dan gandengan dengan siapa, Ruswa siap menerima putusan dan konsekwensinya.

    “ Yang jelas saya terus bekerja dan membangun jaringan serta sosialisasi dimana-mana. PKS akan terus untuk menarik simpati seluas-luasnya kepada masyarakat tanpa ada batasan,” ujarnya. (dd/ciumanuk)

    Sri Budiharjo: Tiga Kabupaten/Kota Jadi Target Kemenangan Demokrat

    BANDUNG - Berdasarkan putusan kongres di Surabaya, Partai Demokrat menargetkan 30 persen suara bisa diraih dalam pemilihan kepala daerah serentak yang akan digelar Desember mendatang.
    Wakil Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Barat Sri Budi Harjo mengatakan, dalam pilkada serentak di Jabar, tiga kabupaten menjadi target kemenangan pihaknya.
    ’’Ada beberapa daerah yang berpotensi menang, salah satunya Kabupaten Cianjur. Tak hanya itu, Karawang juga Sukabumi, bahkan Indramayu juga memiliki peluang,” jelas Budi saat dihubungi kemarin (24/5).
    Walaupun belum menjelaskan secara detail mengenai calon dari ketiga kabupaten tersebut, dia menilai keberadaan kader Demokrat di tiga kabupaten yang saat ini dipimpin petahana, membuka kemungkinan menang.
    Selain itu, di Kabupaten Cianjur, PD akan melakukan pengusungan calon kepala daerahnya sendiri. Pasalnya, di wilayah itu, pihaknya telah memenuhi persyaratan sepuluh kursi legislatif.
    Disinggung mengenai calon untuk Kabupaten Cianjur yang akan diusung oleh partai pimpinan Susilo Bambang Yudhyono itu, Budi mengklaim kader-kader daerah tersebut memiliki elektabilitas dan popularitas sangat baik.
    Namun baginya popularitas dan elektabilitas bukan segala-galanya. Loyalitas tinggi kepada partai lebih diutamakan. ’’Seperti Pak Herman Siherman yang saat ini menjabat sebagai Direktur PDAM Cianjur. Pun Hedi Boy salah satu anggota DPRD Jabar, dan kader lainnya,” paparnya.
    Saat ini, DPD bersama DPP masih melakukan survei tahap akhir yang segera disimpulkan dan diputuskan. Atas instrusksi dari DPP dan DPD, DPC yang ada di delapan kabupaten/kota harus menjalin komunikasi dengan partai lain untuk menjalin koalisi. ’’Seperti contohnya di Kabupaten Indramayu, Demokrat telah menjalin koalisi dengan PKS dan Partai Gerindra,” ungkap Budi.
    PKS juga diajak berkoalisi di Kabupaten Indramayu. begitupun di Kabupaten Bandung yang dalam tahap penjajakan koalisi dengan Partai Golkar.
    Hasil keputusan mengenai nama-nama bakal calon yang diusung PD diumumkan pada pertengahan Juni nanti. Hanya saja, keputusan tersebut kemungkinan tidak akan sama karena setiap kabupaten memiliki dinamika politik yang berbeda.
    ’’Jadi saya yakin di tiga kabupaten itu, Partai Demokrat bisa meraih suara yang signifikan,” pungkas Budi. (dd/bandungexpres)

    DPC PD Tasikmalaya Semakin Intens Melakukan Komunikasi Politik dengan Ustadz Naga

    TASIKMALAYA – DPC Partai De­mokrat (PD) Kabupaten Tasikmalaya makin intens melakukan komunikasi politik dengan Ustaz Nandang Gaosul Adim (Naga) SSos MM jelang Pilkada 2015.
    Ketua Badan Pemenangan Pemilukada (Bappilukada) DPC Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Iron Syahroni mengatakan Demokrat lebih intens melakukan komunikasi politik dengan Ustaz Naga. “Namun belum bisa dipastikan apakah akan diusung Demokrat atau tidak. Masih belum bisa disampaikan,” ujar Iron kepada Radar di kantor DPC Demokrat di Jalan Raya Timur-Cikembang, jumat (22/5/2015).
    “Untuk independen sendiri memang hanya Nandang yang dekat. Yang lain belum ada. Dari internal partai juga ada yang siap mencalonkan, Ketua DPC Demokrat Ucu Dani dan anggota Majelis Pertimbangan Cabang (MPC) Demokrat Asep Jamalludin,” tambahnya.
    Demokrat ingin calon yang memiliki hasil survei yang tinggi dan layak dipilih oleh masyarakat, juga memiliki potensi kemenangan yang besar. “Menurut pandangan Demokrat sendiri untuk di Tasela Nandang itu bagus, termasuk kriteria juga,” tuturnya.
    Partai Demokrat, kata dia, belum bisa berbicara lebih jauh tentang Pilkada. Lantaran, baru selesai melaksanakan kongres. (dd/radartasikmalaya)
     
     warung 
nyingkur
    Ingin punya web/blog? Hubungi 0817207081/elharawy@gmail.com
    Template Created by Creating Website Published by Mas Template
    Proudly powered by Blogger