Aksi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo selama ini disetir dan dipengaruhi agen asing,
yakni kelompok Freemasonry dan Zionis. Bahkan istri Jokowi, Iriana, adalah
petinggi Rotary Club (RC), yang berafiliasi pada kelompok Zionis Yahudi.
Sinyalemen
itu disampaikan pengamat intelijen Laksamana Pertama (Purn) Mulyo Wibisono
kepada itoday, Kamis (24/1/2013).
“Rotary Club
dan Lions Club itu kegiatan subversif. Kelompok ini berusaha mengatur dunia.
Itu organisasi yang secara terselubung dikendalikan gerakan internasional,
Freemasonry. Itu dikendalikan Amerika Serikat dan Yahudi. Club itu alat asing,
maka mereka itu agen asing termasuk istri Jokowi,” tegas Wibisono.
Mantan
Komandan Satgas Intel Badan Intelijen Strategis itu juga mengkritisi gaya
pencitraan Jokowi.
“Jokowi tak
usah banyak ngomong dan tampil di media. Apalagi kalau bicara seratus hari,
satu periode saja Jokowi belum bisa memperbaiki Jakarta. Jangan pencitraan
terus, nanti dituding omong kosong dan penipu. Jokowi baru tingkat pencitraan
saja. Apakah masuk gorong-gorong bisa menyelesaikan banjir Jakarta?” tegas
Wibisono.
Wibisono
juga menyoal ide Jokowi soal pembangunan deep tunnel di Jakarta. “Itu
membutuhkan dana yang besar sekali. Deep tunnel butuh biaya besar. Untuk
ngebor saja, anggaran Jakarta bisa habis. Untuk itu harus ada program yang
berkesinambungan,” ungkap Wibisono.
Menurut
Wibisono, pencitraan Jokowi telah diblow up media massa pro asing, sehingga
terkesan Jokowi berhasil. “Jokowi itu seperti anak sekolah dasar yang ngomong
sekolah menengah atas. Itulah yang diucapkan Jokowi. Menyelesaikan Jakarta
tidak bisa dengan hanya ngomong dan pencitraan,” tegas Wibisono.
Terkait
dengan penyelesaian berbagai masalah di Jakarta, kata Wibisono, Jokowi tidak
bisa sendiri, tetapi harus diselesaikan oleh pemerintah pusat. “Banjir Jakarta
tidak bisa diselesaikan oleh Pemprov DKI saja. Bisa diselesaikan secara
nasional. Kalau ada yang mengatakan bisa mengatasi Jakarta, tanpa pemerintah
pusat itu omong kosong,” pungkas Wibisono.
Soal kedekatan
Jokowi dan istri dengan kelompok Freemasonry dan Zionis itu memang sudah
diungkap oleh banyak media massa. Harian Joglosemar, pada Kamis (23/2/12),
misalnya, menurunkan tulisan terkait pelantikan istri Jokowi, Iriana, sebagai
anggota kehormatan Rotary Club Solo Kartini. Pelantikan itu bertepatan dengan
ulang tahun ke-107 Rotary Internasional.
Saat
menjabat sebagai Walikota Solo, Jokowi pada 15 Juli 2011, bersama sejumlah
anggota Rotary Club Solo Kartini meninjau proyek porselenisasi di Krajan, Kadipiro,
Solo. Berita itu dirilis media lokal, Sragen Pos.

Menurut Ridwan Saidi, sebagai organisasi elit yang
menjalankan misi kemanusiaan, Rotary Club sepenuhnya dikendalikan oleh
Freemasonry dan Zionisme. (http://salam-online.com)
Aksi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo selama ini disetir dan dipengaruhi
agen asing, yakni kelompok Freemasonry dan Zionis. Bahkan istri Jokowi,
Iriana, adalah petinggi Rotary Club (RC), yang berafiliasi pada kelompok
Zionis Yahudi.
Sinyalemen itu disampaikan pengamat intelijen Laksamana Pertama (Purn) Mulyo Wibisono kepada itoday, Kamis (24/1/2013).
“Rotary Club dan Lions Club itu kegiatan subversif. Kelompok ini berusaha mengatur dunia. Itu organisasi yang secara terselubung dikendalikan gerakan internasional, Freemasonry. Itu dikendalikan Amerika Serikat dan Yahudi. Club itu alat asing, maka mereka itu agen asing termasuk istri Jokowi,” tegas Wibisono.
Mantan Komandan Satgas Intel Badan Intelijen Strategis itu juga mengkritisi gaya pencitraan Jokowi.
“Jokowi tak usah banyak ngomong dan tampil di media. Apalagi kalau bicara seratus hari, satu periode saja Jokowi belum bisa memperbaiki Jakarta. Jangan pencitraan terus, nanti dituding omong kosong dan penipu. Jokowi baru tingkat pencitraan saja. Apakah masuk gorong-gorong bisa menyelesaikan banjir Jakarta?” tegas Wibisono.
Wibisono juga menyoal ide Jokowi soal pembangunan deep tunnel di Jakarta. “Itu membutuhkan dana yang besar sekali. Deep tunnel butuh biaya besar. Untuk ngebor saja, anggaran Jakarta bisa habis. Untuk itu harus ada program yang berkesinambungan,” ungkap Wibisono.
Menurut Wibisono, pencitraan Jokowi telah diblow up media massa pro asing, sehingga terkesan Jokowi berhasil. “Jokowi itu seperti anak sekolah dasar yang ngomong sekolah menengah atas. Itulah yang diucapkan Jokowi. Menyelesaikan Jakarta tidak bisa dengan hanya ngomong dan pencitraan,” tegas Wibisono.
Terkait dengan penyelesaian berbagai masalah di Jakarta, kata Wibisono, Jokowi tidak bisa sendiri, tetapi harus diselesaikan oleh pemerintah pusat. “Banjir Jakarta tidak bisa diselesaikan oleh Pemprov DKI saja. Bisa diselesaikan secara nasional. Kalau ada yang mengatakan bisa mengatasi Jakarta, tanpa pemerintah pusat itu omong kosong,” pungkas Wibisono.
Soal kedekatan Jokowi dan istri dengan kelompok Freemasonry dan Zionis itu memang sudah diungkap oleh banyak media massa. Harian Joglosemar, pada Kamis (23/2/12), misalnya, menurunkan tulisan terkait pelantikan istri Jokowi, Iriana, sebagai anggota kehormatan Rotary Club Solo Kartini. Pelantikan itu bertepatan dengan ulang tahun ke-107 Rotary Internasional.
Saat menjabat sebagai Walikota Solo, Jokowi pada 15 Juli 2011, bersama sejumlah anggota Rotary Club Solo Kartini meninjau proyek porselenisasi di Krajan, Kadipiro, Solo. Berita itu dirilis media lokal, Sragen Pos.
Benarkah
Rotary Club bagian dari gerakan Freemasonry dan Zionisme? Peneliti
Zionisme, Ridwan Saidi dalam buku bertajuk ‘Jaringan Yahudi di
Nusantara’ menyebut Rotary Club Internasional sebagai perabot Zionis.
Menurut Ridwan Saidi, sebagai organisasi elit yang menjalankan misi kemanusiaan, Rotary Club sepenuhnya dikendalikan oleh Freemasonry dan Zionisme.
- See more at: http://salam-online.com/2013/01/pengamat-intelijen-jokowi-disetir-dipengaruhi-kelompok-fremasonry-zionis.html#sthash.s7UZUjz2.dpuf
Sinyalemen itu disampaikan pengamat intelijen Laksamana Pertama (Purn) Mulyo Wibisono kepada itoday, Kamis (24/1/2013).
“Rotary Club dan Lions Club itu kegiatan subversif. Kelompok ini berusaha mengatur dunia. Itu organisasi yang secara terselubung dikendalikan gerakan internasional, Freemasonry. Itu dikendalikan Amerika Serikat dan Yahudi. Club itu alat asing, maka mereka itu agen asing termasuk istri Jokowi,” tegas Wibisono.
Mantan Komandan Satgas Intel Badan Intelijen Strategis itu juga mengkritisi gaya pencitraan Jokowi.
“Jokowi tak usah banyak ngomong dan tampil di media. Apalagi kalau bicara seratus hari, satu periode saja Jokowi belum bisa memperbaiki Jakarta. Jangan pencitraan terus, nanti dituding omong kosong dan penipu. Jokowi baru tingkat pencitraan saja. Apakah masuk gorong-gorong bisa menyelesaikan banjir Jakarta?” tegas Wibisono.
Wibisono juga menyoal ide Jokowi soal pembangunan deep tunnel di Jakarta. “Itu membutuhkan dana yang besar sekali. Deep tunnel butuh biaya besar. Untuk ngebor saja, anggaran Jakarta bisa habis. Untuk itu harus ada program yang berkesinambungan,” ungkap Wibisono.
Menurut Wibisono, pencitraan Jokowi telah diblow up media massa pro asing, sehingga terkesan Jokowi berhasil. “Jokowi itu seperti anak sekolah dasar yang ngomong sekolah menengah atas. Itulah yang diucapkan Jokowi. Menyelesaikan Jakarta tidak bisa dengan hanya ngomong dan pencitraan,” tegas Wibisono.
Terkait dengan penyelesaian berbagai masalah di Jakarta, kata Wibisono, Jokowi tidak bisa sendiri, tetapi harus diselesaikan oleh pemerintah pusat. “Banjir Jakarta tidak bisa diselesaikan oleh Pemprov DKI saja. Bisa diselesaikan secara nasional. Kalau ada yang mengatakan bisa mengatasi Jakarta, tanpa pemerintah pusat itu omong kosong,” pungkas Wibisono.
Soal kedekatan Jokowi dan istri dengan kelompok Freemasonry dan Zionis itu memang sudah diungkap oleh banyak media massa. Harian Joglosemar, pada Kamis (23/2/12), misalnya, menurunkan tulisan terkait pelantikan istri Jokowi, Iriana, sebagai anggota kehormatan Rotary Club Solo Kartini. Pelantikan itu bertepatan dengan ulang tahun ke-107 Rotary Internasional.
Saat menjabat sebagai Walikota Solo, Jokowi pada 15 Juli 2011, bersama sejumlah anggota Rotary Club Solo Kartini meninjau proyek porselenisasi di Krajan, Kadipiro, Solo. Berita itu dirilis media lokal, Sragen Pos.
Menurut Ridwan Saidi, sebagai organisasi elit yang menjalankan misi kemanusiaan, Rotary Club sepenuhnya dikendalikan oleh Freemasonry dan Zionisme.
- See more at: http://salam-online.com/2013/01/pengamat-intelijen-jokowi-disetir-dipengaruhi-kelompok-fremasonry-zionis.html#sthash.s7UZUjz2.dpuf
Posting Komentar